Berita bola Terupdate, Rabu 06 Mei 2020 datang dari PSSI. Mereka merespon surat yang dikirimkan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Surat yang terkait masa depan kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 musim ini. PSSI masih berpegang teguh dengan pendirian mereka yang tidak ingin menghentikan total kompetisi sampai ada arahan dari pemerintah Indonesia.
Sebelumnya surat dari PT LIB bernomor 187/LIB-COR/V/2020 yang ditandatangani oleh Direktur Utama Cucu Somantri. Dimana menerangkan kalau klub-klub berharap kompetisi dibatalkan saja. Melihat pandemi virus corona masing menganas di Indonesia
Tak berselang lama, PSSI membalas surat tersebut dengan surat bernomor 1098/UDN/135/V-2020 ini ditandatangani oleh Plt. Sekjen Yunus Nusi. Bahkan Ketum PSSI,Mochamad Iriawan buka suara terkait hal ini. Pria yang karib disapa Iwan Bule tidak menerima saran dari PT LIB dan akan mengelar hal tersebut harus dirapatkan terlebih dahulu engan para anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI
“Kami akan menggelar rapat dengan Exco, rapat virtual soal nasib kompetisi. Dalam rapat Exco nanti kami akan menimbang-nimbang lagi,” bilang Iwan Bule saat dihubungi wartawan, disandur berita bola Football5star.com.
“Kami akan melihat apakah Liga 1 dan 2 ada kesulitan, apakah ada masalah finansial, dan sebagainya. Ini kompleks masalahnya, misalnya soal kontrak pemain, pelatih. Itu harus dikaji dengan betul-betul,” tutup dia.
Lebih lanjut PSSI menyoroti soal subsidi kepada klub-klub yang terlibat dikompetisi. Mereka menegaskan kalau PT LIB harus tetap membayarkan subsidi kepada para klub sesuai dengan kesepakatan awal sampai kompetisi ditunda karena pandemi virus corona.
Adapun berikut poin-poin surat PSSI kepada PT LIB:
- Sebagai operator Liga 1 dan Liga 2, sudah menjadi kewajiban dari PT Liga indonesia Baru (PT LIB) untuk melakukan pembayaran subsidi kepada klub-klub Liga 1 maupun Liga 2, dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar Rp 520.000.000 (Lima Ratus Dua Puluh Juta Rupiah), bukan sebesar Rp 350.000.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk Liga 1. Dan untuk Liga 2 masing-masing sebesar Rp 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk termin pembayaran pertama, bukan sebesar Rp 100.000.000- (Seratus Juta Rupiah) seperti yang tertera di dalam surat.
- Seyogyanya, subsidi yang dibayarkan kepada klub peserta Liga 1 sudah masuk pembayaran termin ketiga dan Liga 2 sudah memasuki pembayaran termin kedua, karena sampai dengan saat ini, kewajiban subsidi kepada PSSI belum pernah dilakukan pembayarannya oleh PT LIB.
- Adapun pelaporan cash flow baru dilaksanakan pertama kali dilakukan oleh PT LIB, oleh karena itu dengan ini PSSI meminta PT LIB untuk memberikan laporan cash flow sebelumnya kepada para pemegang saham melalui RUPS pertanggungjawaban.
- Mengenai kelanjutan pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2. PSSI tetap berpedoman pada Peraturan Kesehatan dan Status Tanggap Darurat COVID-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.