Berita bola International, Rabu 29 April 2020 datang dari Perdana Menteri Prancis, Renou Edouard Philippe. Dirinya telah resmi mengumumkan pada Selasa (28/4) sore waktu setempat bahwa kompetisi Ligue 1 dan Ligue 2 tidak akan berlanjut lagi. Dirinya mengatakan bahwa seluruh ajang olahraga di negara tersebut tidak akan digelar, setidaknya sampai September mendatang.
Padahal sebelumnya, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) punya harapan kalau kompetisi domestik pada akan dapat digelar pada 17 Juni dan menyelesaikannya pada 25 Juli. Namun nyatanya saat ini sepak bola di Prancis sudah dihentikan tanpa waktu yang ditentukan sejak 13 Maret kemarin.
Sampai saat ini Paris Saint-Germain yang memuncaki klasemen Ligue 1 dengan terpaut 12 poin dari posisi kedua Marseille. Sedangkan, Toulouse berada di dasar klasemen dengan terpaut 17 poin dari zona aman atau degradasi Liga Prancis.
Ketua PSG Nasser Al-Khelaifi mengatakan bahwa ia menghormati keputusan pemerintah Prancis tersebut dengan menghentikan total kompetisi. “Tentu saja, kami mematuhi keputusan pemerintah Prancis – kami berencana menyelesaikan Liga Champion dengan persetujuan UEFA,” dilansir dari berita bola Prancis.
Namun rupanya keputusan itu mendapatkan kritik dari Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas tak habis pikir dengan keputusan Ligue 1 Prancis yang lebih memilih membatalkan kompetisi musim ini. Baginya keputusan yang seharusnya dapat dipilih yaitu pertandingan tanpa penonton daripada harus dibatalkan.
Sementara itu, pemerintah Spanyol lebih memilih untuk mulai menerapkan sejumlah tahap-tahap sehingga memungkinkan kompetisi sepakbola untuk dilanjutkan kembali. Klub-klub Spanyol diizinkan untuk melakukan latihan terbatas pada 4 Mei mendatang nantinya.
Tebas mengatakan kalau kompetisi dihentikan dapat memberikan dampak besar untuk ekonomi. Dampak negatif ekonomi dan sosial nantinya akan membuat situasi negara lebih berbahaya. Oleh karena itu dirinya senang kalau cara yang diterapkan di Ligue satu tidak dilakukan di La Liga.
“Saya tidak paham, mengapa ada yang menggagap menggelar partai tanpa penonton dengan protokol ketat lebih berbahaya ketimbang bekerja di sektor manufaktur atau memancing ikan di laut lepas,” kata Tebas.
“Jika sektor-sektor penting ekonomi tidak bisa dilanjutkan, sektor tersebut bisa hilang. Itu bisa terjadi pada sepakbola profesional. Di negara lain, tim-tim sudah mulai berlatih dan itu harus dicontoh.”
“Di Spanyol, sepakbola adalah penggerak ekonomi yang harus diaktifkan kembali seperti sektor lain. Kami fokus untuk melanjutkan reaktivasi ini secepat mungkin, dengan sikap tanggung jawab serta mematuhi rekomendasi kesehatan,” tandasnya.
Melihat saat ini La Liga 2019/20 masih menyisakan 11 pertandingan untuk dimainkan. Barcelona duduk di puncak klasemen unggul dua poin dari peringkat ada pesaingnya Real Madrid. Liga-liga Eropa memiliki waktu sampai 25 Mei untuk memberitahu UEFA apakah mereka akan melanjutkan atau menutup musim ini.