Berita bola Inggris, Rabu 08 April 2020 datang dari Liga Inggris. Premier League memang masih berkomitmen untuk menuntaskan musim 2019/2020. Namun banyak pihak menilai rencana itu tidak akan berjalan dengan lancar. Termasuk petinggi klub Italia, Udinese, yang memprediksi nasib Liga Inggris akan sama dengan Liga Belgia.
Pandemi virus corona memaksa Liga Belgia menghentikan kompetisi mereka secara total. Mereka bahkan telah memilih Club Brugge sebagai juara musim ini. Lantaran mereka menganggap kalau tidak akan mungkin lagi kompetisi Liga Belgia diteruskan dengan kondisi yang virus corona yang belum bisa diatasi.
Hal itu menjadi acuan untuk Direktur Olahraga Udinese, Pierpaolo Marino mengatakan nasib Liga Inggris akan sama dengan Liga Belgia. Sebagai kompetisi dibawah naungan dari UEFA ternyata Belgia lebih berani mengambil sikap padahal mereka terancam sanksi UEFA karena keputusannya tersebut.
“Federasi Belgia sudah menghentikan kompetisi meski diancam sanksi UEFA,” ujar Marino seperti dikutip dari berita bola Sportskeeda.
Tim Udinese saat ini juga sedang diliburkan lantaran Serie A yang juga telah ditangguhkan karena virus corona. Hubungan Udinese dengan Liga Inggris terjadi karena pemilik klub adalah Giampaolo Pozzo, yang merupakan anak dari pemilik klub asal Inggris, Watford Gino Pozzo.
Marino mungkin saja mendapatkan bocoran apa yang terjadi di Inggris dari Gino Pozzo. Saat ini Liverpool yang menguasai puncak klasemen Premier League. Tim asuhan Jurgen Klopp ini hanya butuh enam poin dari sisa delapan laga untuk jadi juara, yang sudah unggul 25 poin atas Manchester City saat ini.
“Inggris juga mengalami masalah serupa karena situasinya menjadi lebih gawat. Saya bicara soal Premier League,” ujarnya.”Kita harus bisa menjauh dari bahaya ini, tidak peduli bagaimanapun kondisinya. Saya lebih khawatir soal musim depan, bukan yang saat ini.”
Namun UEFA memang sudah tahu kalau Liga Belgia mengakhiri kompetisi mereka. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin pun bereaksi keras dan memberikan peringatan kepada Liga Belgia yang mengambil keputusan tanpa persetujuan EUFA.
“Saya pikir itu bukanlah keputusan yang tepat,” Ucap Ceferin. “Solidaritas bukan jalan satu arah. Anda tidak dapat meminta bantuan dan kemudian memutuskan sendiri yang paling cocok untuk Anda.”
“Belgia dan federasi mungkin mempertimbangkan melakukan hal yang sama menemptkan mereka posisi mereka dalam kompetisi Eropa tahun depan terancam.”
“Keinginan UEFA adalah untuk mengakhiri musim dari liga, bahkan jika ini berarti melalmpui kerangka waktu yang sangat jauh dan memainkan semua pertandingan sisa tanpa penonton.”
“Sepakbola tidak sama tanpa penggemar, tetapi lebih baik bermain dan menontonnya di TV, daripada tidak menggembalikannya sama sekali.”
“Ini yang orang inginkan. Kami mungkin akan melihat Juli atau Agustus karena kami tidak bisa bermain pada September atau Oktober,” tuntasnya.