eduardo perez pss sleman

Eduardo Perez mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim sepak bola PSS Sleman. Keputusan itu diumukan pada Senin (24/2/2020) jelang lima hari lagi Liga 1 akan berjalan. Padahal kontrak Eduardo Perez baru berjalan 40 hari sejak di rekrut pada 15 Januari kemarin. Tentu hal ini membuat PSS Sleman harus segera mencari penganti pelatih sebelum Liga 1 dimulai.

Pelaksana tugas Manajer Tim PSS Sleman, M. Eksan di Sleman, mengatakan kalau pihaknya sangat terkejut mengenai keputusan dari pelatih asal Spanyol itu. Apalagi itu terjadi sepekan sebelum Liga 1 dimulai. Tapi apapun keputusan sang pelatih dirinya menghargai itu mungkin ada masalah teknis yang hanya pelatih yang tahu.

“Tentu hal ini sangat kami sayangkan, tapi keputusan beliau harus dihargai. Kami berterima kasih atas kehadiran Eduardo, semoga apa yang diberikan dalam waktu tak lama ini bermanfaat bagi tim,” ungkap Plt. Manajer PSS, M Eksan, dikutip dari Football5star.

CEO tim sepak bola PSS, Fatih Chabanto, juga menambahkan kalau cabutnya Eduardo tentu membuat manajemen harus bekerja keras dan cepat mencari suksesor anyar. Dalam waktu yang mepet ini, mereka dituntut mendatangkan nama pelatih baru yang bisa menahkodai tim.

“Meski terbilang mepet, PSS tetap klub yang menarik bagi banyak pelatih. Saya harap suporter bisa memaklumi situasi yang ada. Kami akan bergerak cepat,” bilang CEO PSS, Fatih Chabanto, menambahkan.

Memang seperti yang diketahui kalau Eduardo Perez mendapatkan tekanan dari para pengemar. Mereka ingin mantan asisten Luis Milla ini dapat lebih baik dari Seto Nurdiantoro. Bagi para pengemar Seto Nurdiantoro merupakan pelatih yang mumpuni untuk PSS Sleman. Lantaran Seto berhasil membawa PSS Sleman ke Liga 1 dan tetap bertahan di Liga 1 musim ini.

Publik pun menilai Eduardo tidak memilik pengalaman yang bagus untuk melatih PSS Sleman. Namun pihak PSS Sleman masih memberikan kepercayaan kepada pelatih hingga pengunduran dirinya terbit. Meskipun alasan kemunduran dirinya masih menjadi misteri tapi secara tidak langsung tekanan dari para pengemar menjadi satu alasan keputusan itu dibuat.

Disisi lain pelatih tim sepak bola PSS yang dianggap berhasil Seto Nurdiyantoro sudah mendengar kabar terbaru PSS tersebut. Dirinya pun memberikan empati kepada Eduardo yang dirasanya sudah berjuang maksimal untuk melatih PSS Sleman selama 40 hari ini.

“Sebagai sesama pelatih tentu sama berempati dengan coach Eduardo. Apalagi kompetisi sudah tinggal sepekan lagi bergulir,” ungkap Seto kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Senin (24/02/20).

“Beliau sudah bekerja maksimal selama ini. Saya hanya berharap mudah-mudahan yang terbaik untuk coach Eduardo,” sambung Seto.

Seto pun berharap Eduardo memberikan alasan mundur dirinya dari kepelatihan. “Mungkin coach Eduardo juga bisa menjelaskan alasan mundur seperti apa. Karena ini penting juga untuk pembelajaran pelatih lain termasuk saya pribadi,” tandasnya lagi.